CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »
Assalamualaikum Wr. Wb

SEMU SERBA coklaaaaaaat^_^



BEIJING - Taman Cokelat di­buka kemarin (29/1) di Beijing. Ribuan warga Tiongkok pun langsung memadati Olympic Green di kawasan Stadion Nasional untuk menikmati berbagai replika barang dan bangunan yang semuanya terbuat dari co­kelat. Mulai mobil BMW hingga Tembok Raksasa. Penyelenggara berharap, taman yang dibuka sampai April mendatang tersebut meningkatkan pemasaran cokelat di Tiongkok. Di negara tersebut, cokelat memang tidak sepopuler di negara barat. "Hmmm...," seru Dai Qing, pe­lajar 20 tahun, saat memerhatikan seorang ahli mendesain cokelat, "Saya suka cokelat. Jadi, saya ingin melihat pembuatannya dan bisa lebih memahami budaya cokelat," ujarnya. Lahan seluas 20 ribu meter per­segi tersebut terbagi menjadi beberapa ruang pameran dan unjuk skill. Temperatur ruangan itu diatur untuk menjaga agar cokelat-cokelat yang dipamerkan dalam tempat kaca itu tidak meleleh. Antrean panjang tampak di jalan yang mengarah ke Praju­rit Terracota. Ada dua buah pa­tung, yang satu seukuran manusia sebenarnya dan yang lainnya miniatur. Yang juga banyak menarik minat adalah miniatur Tembok Raksasa sepanjang 10 meter. Ada pula miniatur pemain bola basket yang tinggi menjulang dalam sebuah rak kaca. Di ruangan yang sama, replika mobil BMW ju­ga menyedot perhatian. Banyak yang memanfaatkan replika mobil buatan Jerman itu sebagai background foto. Sebagaimana dilansir China Daily, untuk mem­buat "mobil" itu, sepuluh pekerja yang dilibatkan membutuhkan 10 ton cokelat dan waktu enam bulan. Pada lokasi lain, tampak air man­cur yang mengalirkan cokelat cair ke berbagai arah. Butuh 1,5 ton cokelat untuk membuat pajangan yang mengingatkan kepada kisah karya Roald Dahl, Charlie and The Chocolate Factory, itu. Di halaman luar, musik tekno membahana menyemangati penampilan dua badut yang beraksi bersama seorang pengunjung di panggung. Panggung itu berlatar belakang kastil dan para penjaga­nya, yang tentu saja juga terbuat dari cokelat. Sedangkan di ruang pameran juga tampak para pemandu yang sibuk memandu pengunjung yang kebanyakan anak-anak sekolah. Me­reka menjelaskan tradisi cokelat di sejumlah negara. Sayang, harga tiket masuk CNY 80 atau sekitar Rp 100 ribu dinilai terlalu mahal bagi sebagian besar pengunjung. "Khususnya bagi mahasiswa seperti saya," ujar Liang Miao, seorang pe­ngunjung.

0 komentar:

Posting Komentar

Huy yg pada BAcA ni..y DiHARAP cAS cis cus dikit ye..ha3